Batas Kedalaman Sumur Bor Yang Ideal Dan Sesuai Aturan

Cara Menentukan Batas Kedalaman Sumur Bor. Sebenarnya untuk mendapat air bersih yang baik dengan sumur bor, tidak dapat ditentukan dengan ukuran seberapa dalam sumur bor itu dibuat.

Karena sebenarnya tigkat kedalaman sumur bor dipengaruhi oleh tingkat kedalaman mata air tanah yang layak konsumsi, dan ini tentu berbeda tiap daerah. Mengingat letak geografis setiap daerah di Indonesia berbeda beda juga.

Kedalaman sumber air rata – rata sekitar 6 sampai 10 meter untuk daerah dataran rendah, dan ini termasuk sumber air dengan kualitas sedang.

Kenapa disebut kualitas sedang?, karena dengan tingkat kedalaman tersebut sumber air masih dimungkinkan mengandung unsur air resapan dari lingkungan sekitar.

Terlebih jika sumber air tersebut didapat pada daerah yang rawan mengalami banjir, maka dapat dipastikan sumber airnya memiliki kualitas buruk.

Dan kurang baik untuk dikonsumsi meski ketersediaannya sangat melimpah.

Berbeda halnya dengan mencari sumber air pada daerah dataran tinggi.

Pada dataran tinggi untuk mencari sumber air memang sangat sulit, dan umumnya akan didapat pada kedalaman lebih dari 20 meter.

Itu juga hasil airnya tidak terlalu banyak. Namun dari segi kualitas airnya, dataran tinggi mampu menghasilkan kualitas air yang lebih baik serta layak untuk dikonsumsi.

Batas Kedalaman Sumur Bor

Batas Kedalaman Sumur Bor Yang Di Rekomendasikan

Dalam pembuatan sumur bor dengan air bersih yang berkualitas dan bisa keluar sendiri maka diperlukan langkah teknis yang tepat.

Sebetulnya tidaklah masalah jika ingin membuat sumur di dataran rendah maupun dataran tinggi.

Selama cara pembuatan sumur tersebut benar maka bisa diperoleh air yang bersih dan lancar.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai kedalaman sumur bor ideal supaya diperoleh sumber air terbaik:

1. Sumur Bor Lokasi di Dataran Rendah

Pembuatan sumur bor di daratan rendah sebaiknya menggunakan kedalaman ideal 4-10 meter sebetulnya bisa mengeluarkan air yang cukup melimpah.

Tetapi untuk batas kedalaman sumur bor 4-10 meter biasanya struktur tanahnya cenderung berlumpur sehingga harus dilakukan pengeboran lagi agar mendapatkan lapisan tanah yang tidak berlumpur.

Sehingga bisa ditemukan lapisan tanah yang berbatu, tanah cadas yang keras dan berpasir.

Air tanah yang ada di lapisan tanah bawah biasanya mempunyai kualitas yang lebih bagus karena jauh dari pencemaran lingkungan.

Untuk menangkal adanya air permukaan berlumpur maka Anda bisa memakai pipa casing di lubang sumur bor.

Tujuannya agar air di dasar bisa melewati pipa sehingga air tetap bersih meskipun melewati lapisan tanah yang berlumpur.

Dengan begitu air tersebut juga layak dipakai maupun dikonsumsi.

2. Sumur Bor di Dataran Tinggi

Untuk pembuatan sumur di dataran tinggi maka tingkat kedalaman idealnya yaitu lebih dari 20 meter.

Biasanya di wilayah dataran tinggi akan lebih mudah diperoleh air bersih karena kebanyakan kualitas air di dataran tinggi memang lebih baik.

Namun untuk memperoleh sumber air bersih tersebut dibutuhkan proses pengeboran yang tepat agar sumber air bisa keluar dengan lancar dan bisa keluar sendiri dan tentu batas kedalam sumur bor nya tidak dapat ditentukan.

Dengan kedalaman ideal lebih dari 20 meter, tentu biaya yang dibutuhkan juga lebih besar.

Namun biaya tersebut sebanding dengan hasil sumber air yang keluar lebih bersih dan bisa keluar air sendiri.

Di kawasan dataran tinggi juga lebih minim pencemaran sehingga air dari sumur tersebut lebih layak dikonsumsi.

Tetapi pemakaian pipa casing juga tetap diperlukan untuk melindungi lubang sumur supaya terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh longsor tanah.

Batas Kedalaman Sumur Bor

Aturan Pemerintah Tentang Kedalaman Sumur

Mengingat kedalaman sumur bor ini akan mempengaruhi ketersediaan air dan berurusan dengan kepentingan orang banyak, maka setiap pemerintahan mempunyai aturan tersendiri dalam hal ini, termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri aturan pembuatan sumur bor dibedakan menjadi dua jenis, yaitu aturan sumur untuk instansi pemerintah dan aturan sumur untuk perseorangan dan rumah tangga.

Berikut penjelasan tentang aturan pemerintah terkait penggunaan sumur bor untuk kepentingan perseorangan dan sosial masyarakat, yaitu:

Batas Kedalaman Sumur Bor Untuk Keperluan Rumah Tangga

Batas  pengambilan air maksimal untuk rumah tangga, adalah 100 m3 per bulan.

Sedangkan untuk tingkat kedalaman setiap daerah memiliki aturannya sendiri contohnya, untuk daerah Bandung maksimal kedalaman sumur sekitar 40 hingga 60 meter, untuk daerah Bogor, batas maksimal nya 30 m, dll.

Pada pembuatan sumur bor untuk keperluan rumah tangga tidak ada persyaratan khusus yang harus diperhatikan.

Batas Kedalaman Sumur Bor Untuk Keperluan Peribadatan, Penelitian Dll

Hampir sama dengan sumur bor untuk rumah tangga, pembuatan sumur  bor untuk kepentingan peribadatan tidak ada persyaratan khusus yang mengikat.

Lain halnya jika pembuatan sumur untuk kepentingan instansi atau perusahaan, tentu ada beberapa persyaratan dan petunjuk yang harus diikuti selain batas kedalaman sumur bor.

Untuk membuat sebuah sumur bor, maka ada beberapa persyaratan yang harus diselesaikan dan harus menyelesaikan pembayaran tertentu.

Adapun beberapa persyaratan yang harus dilengkapi antara lain gambar daerah yang akan dibuat sumur, foto copy SIUP, fotocopy surat izin perusahaan pengeboran, dll.

Sedangkan kedalaman yang diperbolehkan untuk perusahaan ini juga berbacam-macam, tergantung kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.

Satu aturan yang harus diperhatikan untuk pelaku usaha yang akan membuat sumur bor adalah agar tidak mengganggu kelancaran air pada daerah sekitar.

Terutma jika letak perusahaan atau instansi tersebut pada daerah padat penduduk.

Saat ini memang belum banyak orang yang mengerti tentang aturan-aturan seperti ini bahkan juga dari sisi batas kedalaman sumur bor.

Kebanyakan orang, bahkan juga perusahaan, langsung membuat sumur bornya sendiri, tanpa mengerti dan memperdulikan dampaknya di kemudian hari.

Menjaga kualitas air, serta keberadaan air tentunya menjaga keselamatan Anda dari hal-hal yang tidak diinginkan, contohnya penurunan tanah, kurangnya cadangan air bersih, dll.