Cara Menghitung Upah Borongan Tukang Bangunan

Cara Menghitung Upah Borongan Tukang Bangunan. Pembangunan rumah atau gedung tentu akan membuat pusing setiap pemiliknya.

Karena dalam setiap pembangunan ada banyak hal yang harus dipersiapkan terutama soal biaya.

Salah satunya adalah upah tukang bangunan. Beberapa orang mungkin akan mempermudah proses pembangunan dengan menyerahkan pada penyedia jasa tukang bangunan termasuk soal pengupahannya.

Tapi meski demikian faktanya Anda masih tetap harus memperhitungkan upah yang harus dibayar agar sesuai dengan budget yang disediakan.

Berbicara tentang  upah tukang bangunan , terdapat dua metode yang biasa digunakan kontraktor yaitu harian dan borongan.

Nah diartikel ini kami akan membantu Anda memahami cara menghitung upah borongan tukang bangunan.

Tapi sebelumnya Anda perlu tahu perbedaah sistem upah pada tukang harian dan borongan dalam review berikut.

Cara Menghitung Upah Borongan Tukang Bangunan

Perbedaan Sistem Upah Tukang Harian Dan Borongan

1. Sistem Upah Harian

Kelebihan:

  • Anda tidak perlu menyiapkan jumlah dana yang besar sekaligus dalam satu waktu, melainkan bisa dicicil harian.
  • Tukang bangunan harus bekerja terus tanpa adanya kesempatan menganggur. Namun, agar pekerjaan para tukang lebih efektif dan efisien, Anda perlu menyiapkan seluruh material yang dibutuhkan dan menjelaskan detail pembangunan seperti apa yang diinginkan.
  • Selain itu, Anda bisa segera menghentikan pekerjaan jika dalam beberapa hari hasil pekerjaan dirasa kurang memuaskan, lalu dapat menggantinya dengan tukang atau kontraktor yang lain

Kekurangan:

  • Sistem upah harian ini menuntut adanya pengawasan yang ketat agar pekerjaan setiap harinya dapat berlangsung efisien dan sesuai target waktu.
  • Sistem upah harian ini tepat digunakan untuk renovasi rumah atau pembangunan dalam skala kecil. Karena jika diterapkan untuk pembangunan besar akan lebih memakan biaya dibandingkan sistem upah borongan.

2. Sistem Upah Borongan

Dalam cara menghitung upah borongan tukang bangunan, Anda bisa menerapkan sistem borongan upah tenaga atau sistem borongan secara keseluruhan.

Perbedaannya, pada sistem borongan upah tenaga, Anda hanya membayar upah tukang saja, sementara seluruh material Anda siapkan sendiri.

Ini berbeda dengan pola borongan keseluruhan, karena biaya atau upah tenaga dan bahan (material) diserahkan kepada tukang atau mandor.

Kelebihan:

  • Tukang atau pemborong mengetahui dengan pasti jumlah upah yang mereka terima.
  • Dilihat dari sisi harga, biaya yang dikeluarkan jika memakaisistem upah borongan relatif lebih murah.
  • Pembangunan relatif lebih cepat karena semakin lama pembangunan maka semakin sedikit margin untung yang bisa didapatkan tukang atau pemborong.

Kekurangan:

  • Anda harus menyiapkan total biaya pembangunan dalam jumlah yang relatif besar dalam satu waktu.
  • Ada kecenderungan tukang yang dibayar borongan ingin buru-buru selesai tanpa memperhatikan kualitas pekerjaaannya. Sehingga bisa saja hasil pembangunan tidak rapih atau maksimal.Hal ini membutuhkan pengawasan dan kerjasama yang efektif dengan mandor/tukang bangunan.
  • Jika bagi Anda yang tidak suka dengan kualitas atau hasil pekerjaan tukang, Anda tidak bisa langsung menggantinya dengan tukang atau pemborong lain.

Cara Menghitung Upah Borongan Tukang Bangunan

Hal-Hal Yang Mempengaruhi Harga Upah Borongan Per M2

Setiap orang punya pilihan sendiri dalam memilih cara pelaksanaan membangun tersebut sesuai selera dan kesukaan, serta waktu yang tersedia karena kesibukan di tempat kerja atau tempat bisnis.

  • Area pembangunan, mendirikan rumah di pusat kota besar bisa lebih mahal dibanding dengan dipinggiran kota.
  • Waktu pelaksanaan juga mempengaruhi biaya upah borongan.
  • Tingkat kesulitan pembangunan sebuah bangunan. Desain rumah yang sulit juga bisa lebih banyak membutuhkan waktu untuk membangunnya.
  • Sumber daya tukang bangunan, jika ada tukang yang ahli dalam melakukan pekerjaanya tentu akan membuat pekerjaan lebih cepat dan ini sangat mempengaruhi harga upah atau gaji borongan.

Cara Menghitung Upah Borongan Tukang Bangunan

Rumus Harga Upah Borongan

HBU = LB x H

Harga Upah Borongan = (Luas Bangunan) X (Harga Per Upah Meter Persegi)

Contoh Cara Menghitung Upah Borongan Tukang Bangunan

Seandainya kita akan membangun rumah satu lantai ukuran rumahnya 6m x 6m, harga upah borongan untuk wilayah pembangunan tersebut adalah Rp.800.000,-.

Berapa kira – kira total biaya yang dibutuhkan untuk membayar tenaga kerja? Mari kita hitung bersama

  • Luas bangunan= 6m x 6m = 36 m2.
  • Harga upah per meter persegi m2= Rp.000,-
  • Harga borongannya adalah 36m2 x Rp.000,-= Rp.28.800.000,-

Langkah ini adalah cara terbaik untuk menentukan harga upah borongan menurut kami.

Membutuhkan waktu yang lama dan perhitungan yang detail agar kita bisa tahu perhitungan yang lebih spesifik.

Dimana Anda menghitung biaya satu persatu item pekerjaan kemudian menjumlahkan total harganya.

Bagaimana? Apakah Anda sudah bisa mengestimasi biaya Anda sendiri untuk melakukan pembangunan rumah dengan menggunakan jasa pemborong bangunan?.

Pembangunan rumah atau bangunan memang tidak di rancang untuk akurat atau sesuai.

Namun perhitungan tersebut adalah memperkirakan. Jadi kita bisa bersiap akan biaya yang akan kita keluarkan.