Jenis Rangka Atap Yang Sering Dipakai Dan Karakteristiknya

Jenis Rangka Atap Baja Ringan Galvalum. Kerangka atap rumah adalah komponen bangunan yang posisinya berada diatas bangunan dan berada tepat dibawah atap.

Fungsi dari kerangka tersebut adalah sebagai perkuatan (penahan beban) atau bisa juga disebut struktur untuk penempatan atap.

Dulu kebanyakan rumah menggunakan material kayu untuk membuat kerangka atap, tetapi sekarang dengan tuntutan kebutuhan dan berkurangnya kapasitas produksi kayu.

Membuat para penggiat kontruksi mulai mengeksplorasi material lain sebagai bahan dasar kerangka atap rumah.

Dengan berkembangnya penggunaan material kerangka atap rumah tersebut, memberikan kita banyak pilihan untuk menggunakan material mana yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Jadi sebelum Anda melakukan pemasangan kerangka atap, baiknya Anda tau berbagai jenis rangka Atap baik kelebihan atau kekurangannya.

Jenis Rangka Atap

Disini kita akan membahas jenis rangka atap jika dilihat dari bahan pembuatannya, yaitu:

1. Rangka Atap Kayu (Kuda – Kuda Kayu)

Rangka atap kayu merupakan rangka atap yang umumnya banyak digunakan pada perumahan yang ada di Indonesia.

Beberapa dekade lalu, material kayu menjadi bahan yang sering dipakai di Indonesia, namun seiring dengan semakin terbatasnya jumlah kayu, dan juga semakin mahalnya harga kayu serta kualitas kayu yang saat ini cenderung kurang baik.

Ketidak tahanannya terhadap rayap merupakan salah satu faktor rangka atap dari kayu ini mulai ditinggalkan. Kayu memang masih dapat diandalkan sebagai rangka atap.

Namun kayu butuh perlakuan khusus agar terlindung dari kelembaban, jamur, serangga, dan kelapukan.

Karena jika hal ini tidak diperhatikan maka rangka kayu akan cepat rapuh dan patah.

Dari segi bentuk, rangka atap kayu dapat menghasilkan bentuk yang bermacam-macam. Tapi umumnya bentuk atap segitiga atau miring lebih banyak dipakai terutama di Indonesia.

2. Rangka Atap Beton

Rangka atap beton merupakan rangka yang terbuat dari beton bertulang dan untuk ukurannya tergantung pada bentang bangunan.

Dalam rangka atap beton ini keawetannya tergantung pada perhitungan dan jenis bahan yang di pakai, misal pembesian, campuran adukan beton (pasir, batu koral, semen, air).

Jarak maksimal kuda – kuda beton adalah 4 m.

Jenis Rangka Atap

3. Rangka Atap Baja Ringan

Jenis rangka atap ini merupakan rangka yang modern pada saat ini, pemasangannya yang cepat dan beban rangkanya sendiri memberikan beban yang ringan terhadap struktur bangunan.

Karena ringan, maka struktur dan pondasi jadi tidak banyak terganggu.

Material baja ringan yang dipakai sebagai atap lebih kecil resikonya terhadap pemuaian karena perubahan cuaca dan juga terhadap api.

Maka saat terjadi kebakaran kerangka atap baja ringan tidak akan banyak terganggu.

Kemampuan baja ringan terhadap serangan api ini tak lepas dari kandungan lapisan fire resistant yang dimiliki sebagai penahan penyebaran api saat kebakaran.

Dapat disimpulkan biaya perawatan atap dengan material baja ringan cenderung lebih murah karena tahan terhadap gangguan rayap, serangga dan cuaca.

Dengan memilih jenis pelapis anti karat yang baik, rangka atap baja ringan ini akan mempunyai ketahanan terhadap karat yang cukup lama

4. Rangka Atap Baja Konvensional

Rangka atap baja konvensional biasanya di gunakan pada bangunan yang memiliki bentang yang lebar, misalnya pabrik, gedung pertemuan atau aula.

Jenis profil baja konvensional sangat banyak yang tersedia di pasaran, misal profil C, profil I, profil H, profil siku atau bentuk lain seperti pipa dan persegi. Jarak antar tiang biasanya sejauh 4-5m.

5. Jenis Rangka Atap Bambu

Rangka atap bambu sudah banyak digunakan sejak pada jaman dulu, dan sering juga dipadupadankan dengan menggunakan material kayu.

Namun saat ini semakin banyak lagi bangunan dengan gaya klasik dan perpaduan natural, sehingga pemakaian rangka atap bambu menjadi meningkat pula.

Rangka atap jenis bambu memang punya kelemahan, yakni rawan rayap, dan lapuk.

Namun saat ini banyak trik untuk membuat rangka bambu menjadi lebih awet, membuat bambu lebih tahan lama, hama, dan tahan lapuk.

Dari penjelasan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa setiap jenis rangka atap akan baik jika perencanaan dan pelaksanaan yang sesuai dengan standar yang sudah di tentukan pada proses pembangunan.

Jenis Rangka Atap

Incoming search terms:

  • https://jasaterdekat com/jenis-rangka-atap/