Tekhnik Pekerjaan Waterproofing Beton Dan Membrane

Analisa Harga Satuan Pekerjaan Waterproofing. Meski terlihat kokoh, faktanya beton bisa saja mengalami kebocoran.

Yang jika dibiarkan begitu saja tentu akan merusak struktur bangunan itu sendiri.

Untuk mencegah atau meminimalisir hal ini, Anda bisa melakukan tahap waterproofing beton.

Waterproofing menggunakan bahan tertentu untuk memberikan lapisan pada beton agar tidak mudah bocor.

Lalu bagaimana tekhnik pekerjaan waterproofing beton ini?, simak selengkapnya pada review berikut ini.

Tekhnik Pekerjaan Waterproofing Beton

Waterproofing beton dilaksanakan pada beton dengan daerah yang berhubungan dengan air misal atap beton, lantai toilet, bak beton dll.

Faktanya meski terlihat mudah dalam pengerjaan, untuk melakukan pekerjaan waterprofing terdapat berbagai macam cara, salah satunya adalah sebagai berikut:

Persiapan Bahan Waterproofing

  • Bahan untuk waterproofing dipilih yang berkualitas bagus dan tidak mudah rusak atau bocor karena akan menyulitkan pada saat perawatan
  • Bahan diperiksa kalengnya/ kemasannya, harus dalam keadaan baik
  • Aduk yang benar hingga campuran waterproofing merata
  • Pada saat pelaksanaan, bahan diambil secukupnya dengan kaleng kecil agar berpindah – pindah dengan mudah pada saat pelaburan
  • Bila digunakan sprayer, maka bahan dimaksudkan dalam tangki sprayer
  • Kebutuhan bahan 1 kg/m2 atau sesuai dengan jenis bahan yang dipakai.

Pelapisan Waterproofing

  1. Jika Anda sudah memastikan bahwa permukaan beton sudah bersih dari debu, maka Anda bisa memulai tahapan waterproofing.
  2. Anda bisa menyapukan lapisan waterproofing langsung pada permukaan beton yang telah bersih menggunakan kuas.
  3. Tuang atau sapukan lapisan waterproofing hingga merata kesemua permukaan terlabur.
  4. Ada juga lapisan waterproofing yang menggunakan tekhnik sprayer, caranya bahan yang sudah siap dalam tangki sprayer bisalangsung disemprotkan dengan merata kepermukaan beton.
  5. Setelah lapisan waterproofing sudah terpasang merata, biarkan hingga kering dan jangan sampai terinjak.
  6. Sesuai spesifikasi jenis bahan waterproofing yang dipakai pelapisan diulangi sekali lagi (2 lapis) untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik

Pekerjaan Waterproofing

Metode Pekerjaan Waterproofing Membrane

Perlu Anda tahu bahwa untuk mencegah terjadinya kebocoran air ke lantai dibawahnya, pengerjaan waterproofing bisa dilakukan pada struktur beton area atap bangunan atau dibawah lantai toilet gedung.

Tekhnik pekerjaan waterproofing beton memerlukan tingkat ke hati – hatian yang tinggi sehingga penting adanya pengawasan agar tidak terjadi masalah kemudian hari, yang tentu akan sangat merepotkan.

Salah satu jenis waterproofing yang bisa Anda pilih untuk mencegah kebocoran dengan hasil kerja yang sangat baik yaitu waterproofing membrane.

Dalam setiap pengerjaan waterproofing Anda memerlukan beberapa alat bantu semisal sapu, sikat dan kape.

Alat Dan Bahan Waterproofing Membrane

Tak hanya itu ada juga bahan bahan yang wajib ada untuk melakukan cara pemasangan waterproofing membrane ini antara lain:

  • Bahan primer coating
  • Waterproofing membrane
  • Screed beton
  • Acian halus
  • Kawat ayam
  • Dan alat-alat bantu pekerjaan waterproofing lainya menyesuaikan kebutuhan kerja dankondisi lapangan.

Cara Waterproofing Membrane

  • Dengan alat kerja yang sudah disiapkan sebelumnya, bersihkan lokasi struktur beton yang akan dilapisi waterproofing. Bersihkan hingga permukaan benar – benar bersih.
  • Labur permukaan atau bidang yang akan dipasang dengan primer coating secara merata serta pada bidang dinding naik sekitar 20 cm dari lantai rencana.
  • Pastikan laburan primer coating sudah benar – benar rapi dan menutup semua permukaan dengan mengecek setiap bagian.
  • Dengan sambungan overlap kurang lebih 10 centimeter, pasang waterproofing membrane secara merata keseluruh permukaan beton.
  • Lakukan pengecekan pada waterproofing membrane yang sudah terpasang sebelumnya, dan pastikan tidak ada retakan.
  • Jika tekhnik pekerjaan waterproofing beton sudah dirasa sempurna, maka Anda bisa melakukan test uji penggenangan dengan air selama satu hari atau 1×24 jam
  • Dan keesokan harinya, cek apakah air berkurang atau tidak. Jika tidak, maka pekerjaan waterproofing selesai, tapi jika terlihat tanda tanda kebocoran maka perlu adanya evaluasi kerja waterproofing kembali.
  • Melaksanakan pekerjaan screed penutup waterproofing, untuk toilet langsung saja ditutup dengan screed setinggi 2 s/d 5 cm, sedangkan untuk wilayang gutter atau saluran air sebaiknya dilapisi terlebih dahulu dengan kawat ayam kemudian baru screed 2 s/d 3 cm dilanjutkan finish acian.

Tinggalkan komentar